Rabu, 24 April 2013

ASUHAN PD BAYI


ASUHAN PADA BAYI USIA 2 – 6 HARI
A.   Menjaga Kebersihan Kulit Bayi
Bayi sebaiknya dimandikan sedikitnya 6 jam setelah lahir. Sebelum dimandikan perikasa bahwa suhu tubuh bayi stabil ( suhu aksila antara 36,5C – 37,5C ),jika suhu tubuh masih dibawah batas normal maka selimuti tubuh bayi dengan longgar,tutupi bagian kepala,tempatkan bersama dengan ibunya ( skin to skin ). Tunda juga untuk memandikan bayi jika bayi mengalami gangguan pernapasan,ruangan untuk memandikan bayi harus hangat dan tidak ada tiupan angin. Mandikan bayi secara cepat dengan air bersih dan hangat. Setelah bayi dimandikan, segera keringkan bayi dan selimuti kembali ,kemudian berikan kepada ibunya untuk  disusui dengan ASI ( JNDK-KR-2007 )
Memandikan harian pada bayi dilakukan harus diruangan yang hangat,bebas dari hembusan angin langsung dan tergantung kondisi udara jangan memandikan   langsung saat bayi baru bangun tidur, karena sebelumnya adanya aktifitas dan pembakaran energy dikhawatirkan terjadi hipotermi dan bayi masih kedinginan. Prinsip memandika bayi adalah: cepat dan hati-hati,lembut,pada saat memandikan usahakan membasahi bagian –bagian tubuh tidak langsung sekaligus :
1.       Bagian kepala : lap muka bayi dengan waslap lembut,tidak usah memakai sabun,kemudian  lap dengan handuk,lalu basahi kepala bayi dengan air kemudian erikan shampo kalau rambut kotor, kemudian dibilas dan keringkan dengan handuk
2.       Bagian tubuh : buka pembungkus bayi, pakaian dan popok, kalau bayi BAB bersihan terlebih dahulu. Kemudia lap tubuh bayi dengan cepat dan lembut memakai waslap yag tlah diberi air dan sabun mulai dari leher,dada,perut,punggung,kaki dengan cepat,kemudian angkat tubuh bayi dan celupkan ke bak mandi yang telah di isi dengan air hangat  ± 37⁰C
3.       Angkat tubuh bayi lalu keringkan dengan handuk,pakaikan minyak keringkan dengan handuk,pakaikan minyak telon pada dada, perut punggung jangan pakaikan bedak lalu pakaikan baju,kemudian bayi di bungkus agar hangat dan dekapkan ketubuh ibu
Kulit bayi yang baru lahir rentan terhadap iritasi dari bahan  kimia yang ada dalam pakaian baru,dan sisa sabun atau detergen yang menempel di pakaian yang sudah di cuci
Jika kulit bayi kerning,bias mengulaskan sedikit lotion bayi pada tempat-tempat yang kering jangan sesekali menggunakan produk perawatan kulit yang tidak di buat khusus untuk bayi,karena produk tersebut umumnya mengandung parfum dan bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit bayi
B.    Menjaga keamanan Bayi
Jangan sekali-sekali meninggalkan bayi tanpa ada yang menunggu. Hindari pemberian apapun kemulut bayi selain ASI karena bayi bias tersedak jangat menggunakan alat penghangatan buatan ketempat tidur  bayi.
Sejak abyi datang kerumah,orang tua harus memindai adanya bahaya lingkungan yang dapat menimbulkan resiko keamanan. Pada bulan –bulan pertama,resiko terutama berhubungan dengan jatuh ( meja atau tempat duduk bayi ) atau terjepit antara batang-batang tempat tidur bayi. Orang tua bayi harus berfikir untuk menggantung barang-barang sehingga tidak dapat dijangkau.
Berdasarkan riset berlanjut tentng factor dan yang berperan sebagai SIDS antara lain :
1.       Permukaan kasur yang empuk
2.       Pemasangan kasur yang longgar
3.       Asap rokok
4.       Berbagai tempat tidur dengan banyak keluarga
5.       Terlalu kepanasan

C.    Mndeteksi Tanda-Tanda Bahaya Pada Bayi

Jika menemukan kondisi ini kita harus segera dilakukan  pertolongan dan orang tua harus mengatasi seperti :
ü  Pernapasan sulit atau lebih dari 60x/i
ü  Kulit bayi kering ( terutama 24 jam pertama ),biru pucat atau memar
ü  Hisapan saat menyusu lemah,rewel,sering muntah,mengantuk berlebihan
ü  Tali pusat merah bengkak, keluar cairan bedan berdarah berbau busuk dan berdarah
ü  Tanda-tanda infksi seperti suhu tubuh meningkat merah, bengkak, bau busuk,kluar cairan dan pernafasan sulit
ü  Tidak BAB selama 3 hari tidak BAK dalam 24 jam,tinja lembek/encer sering berwarna hijau tuaada lendir atau darah
ü  Menggigil, rewel, lemas, mengantuk,kejang tidak bias tenang menangis terus menerus
                                Tanda-tanda bahaya
Sebagian besar bayi akan menangis atau bernafas secara spontan dalam waktu 30 detik setelah lahir :
·         Bila bayi tersebut menangis / bernapas terlihat dari pergerakan dada paling sedikit  30x/I biarkan bayi tersebut dengan ibunya
·         Bila bayi tersebut tidak bernapas dalam waktu 30 detik,segera lah cari bantuan dan mulailah langkah-langkah resusitasi bayi tersebut. Penanganan : persiapkan kebutuhan resusitasi untuk setiap bayi dan siapkan rencana untuk meminta bantuan,khususnya bila ibu tersebut memiliki rirawat eklamsia,perdarahan persalinan atau macet persalinan dini atau infeksi.
·         Jika bayi tidak segra bernapas lakukan hal tersebut:
Keringkan bayi dengan selimut atau handuk yang  hangat
Gosoklah punggung bayi tersebut dengan lembut
·         Jika bayi masih belum bernapas setelah 60 detik mulai resusitasi
·         Apabila bayi sianosis( kulit biru ) atau sukar bernapas ( frekuensi pernapasan kurang dari 30 atau lebih dari 60x/I ) berilah oksigen kepada bayi atau kateter  nasal atau nasal prongs.

Tanda-tanda bahaya dibagi menjadi 2 yaitu :
1.       Tanda –tanda yang harus di kenal oleh ibu yaitu pemberian ASI sulit,sulit menghisap, atau kesulitan bernafas
2.       Tanda-tanda yang harus diwaspadai pada bayi baru lahir yaitu pernafasan sulit/ lebih dari 60x/I kehangatan terlalu panas,warna kuning( terutama pada 24 jam pertama ) biru atau pucat memar,pemberian makanan,hisapan lemah,batuk berlebihan, banyak muntah.
D.   Penyuluhan Sebelum Bayi Pulang

a.       Perawatan tali pusat
Banyak pendapat tentang cara  terbaik untuk merawat tali pusat. Telah dilaksanakan beerapa uji klinis untuk membandingkan cara penanganan tidak ada peningkatan kejadian infeksi pada luka pada tali pusat bila dibiarkan terluka tersebut dengan air bersih. Untuk diwaspadai bagi Negara-negara yang beriklim tropis yang penggunaan alcohol yang popular dan terbukti efektif didaerah panas alcohol mudah menguap dan terjadi penurunan efektifitasnya.

Klem dan potong tali pusat setelah 2 menit setelah bayi lahir lakukan terlebih dahulu penyuntikan oksitosin
1.       Jangan membungkus puntung tali pusat  atau mengoleskan cairan atau bahan apapun kepuntung tali pusat
2.       Mengoleskan alcohol atau profidin lodin masih diperkenankan tetapi tidak dikompreskan karena menyebabkan tali pusat lembab
3.       Beri nasehat ibu dan keluarga sebelum meninggalkan bayi
-          Lipat popok  dibawah talipusat
-          Jika punting tali pusat kotor bersihkan dengan air DTT dan keringkan dengan menggunakan air bersih
-          Jika pangkal tali pusat bayi jadi berdarah dan berbau segera rujuk bayi kefasilitas yang lain dilengkapi perlengkapan BBLR
Tali pusat harus selalu dilihat pada waktu mengganti popok sampai tali pusat tersebut lepas dan lukanya sembu,tali pusat dirawat dan dijaga kebersihanya dengan menggunakan larutan alcohol 70% paling tidak 2 kali sehari
Untuk membersihkan tali pusat,ujungnya harus dijauhkan dari kulit cara memegangnya dengan tangan yang satu sementara bagian pangkalnya dibersihkan dengan tangan lain dengan lidi kapas yang sudah dicelup kedalam larutan alcohol.
Tali pusat harus selalu dilihat untuk mengetahui perdarahan jika tidak terlihat gejala perdarahan dan bila puntung tersebut tampak kering klem tali pusat dapat dilepas pada hari ke 3
Selama tali pusat belum lepas,perlu dilakukan perawatan secara cermat agar tidak terjadi infeksi
-          Jaga kebersihan area pusat dan sekitarnya,serta upayakan selalu dalam keadaan kering
-          Gunakan kapas baru pada setiap basuhan
-          Agar tali pusat cepat lepas,gunakan kain kasa pada bagian pusat yang terus dibalut sehingga mendapat udara cukup
-          Saat membersihkan, pastikan suhu kamar tidak terlalu dingin
-          Agar praktis gunakan popok dan alas an dari bahan kaos dan longgar
-          Lakukan secara bersih- bersih ini 1- 2 kali sehari

Sebelum merawat talimpusat, siapkan dulu berbagai perawatan yang di perlukan
-          Bola –bola kapas yang lembut dan steril
-          Kain kasa yang bersih dan kering
-          Air matang yang dingin
-          Handuk lembut
-          Popok bersih
b.      Pemberian ASI
Rangsangan isapan bayi pada puting susu ibu akan diteruskan oleh serabut saraf hipofisis anterior untuk mengeluarkan hormone prolaktin inilah yang memacu payudara untuk menghasilkan ASI. Semakin bayi sering menghisapputing susu akan semakin banyak proklaktin dan asi dikeluarkan. Pada hari-hari pertama kelahiran bayi, apabila menghisap putting susu cukup adekuat maka akan dihasilkan secara bertahap 10-100 ml ASI. Prolaktin ASI akan optimal setelah hari ke 10-14 usia bayi. Bayi sehat akan mengkonsumsi 760-800 ml ASI perhari ( kisaran 600-1000 ml ) setelah 6 bulan pertama dan menjadi 400-600 ml pada bulan ke 2 usia bayi. Produksi bayi asuhan meningkat menjadi 300-500 pada tahun ke2 usia anak
Pemberian asi memiliki banyak kelebihan bagi ibu dan maupun bayinya. ASI merupakan makanan yang cocok untuk kemampuan eligestif bayi karena bayi dapat menyerap dengan baik. Tidak pernah sembelit  dan merasa puas. ASI juga bebas dari kuman  : pada kenyataan asi mengandung antibody sehingga bayi yang mendapatkan asi umumnya jarang sakit dan jarang menderita elergi jika dibandingkan dengan bayi yang mendapatkan susu formula.dan bayi yang disusui sender akan memperoleh kesempatan untuk didekap ibunya.
        Bagi ibu, disamping memberikan manfaat fisik dengan membantu involusi  uterus, pemberian asi juga memiliki banyak kegunaan tambahan pemberian asi memberikan kepuasan emosional dengan timbulnya perasaan berhasil,dalam pemenuhan tugas sebagi ibu.menyusui sendiri merupakan kerjaan yang menyenangkan tidak terlalu memberatkan begitu pekerjaan ini berhasil dilaksanakan, disamping itu, menyusui sendiri akanmenghemat waktu dan uang.insidensi kanker payudara juga lebih rendah pada wanita yang menyusui sendiri bayinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar